Langsung ke konten utama

Es Gosrok Pemikat Hati

Halo reader yang budiman
Assalamualaykum Wr. Wb.

Sumber gambar : Pinterest.com

Kembali lagi dengan gw Raya Makyus *ich ga ada yang nanya loh yaaa😛* yang kali ini akan membahas tentang jajanan zaman kecil dulu. Kalau lo sering melihat meme bertaburan dan terkadang dijadikan media untuk bernostalgia di sosmed dengan kalimat "kamu pernah makan jajanan ini? berarti kamu artis era 90-an" dan semacam ada kerinduan yang terletak di ujung hati kecil lo, selamat cuuuy. Kita seangkatan! *salaman*👏.

Jajanan memorable yang sukses jaya memflash back memori gw pada tahun 1993-1994 kala mengenyam manisnya pendidikan Sekolah Dasar di Kota Kecil bagian Sulawesi Tenggara. Raha. 

Sejujurnya gw itu.... *mulai menunjukkan kesombongan diri*😎
Bukan seperti anak kecil lainnya yang diberi kebebasan berekspresi dengan makanan yang bukan home made sama orang tuanya. Bukan karena gw anak perawan sematawayang loooh ya jadi dijaga ketat.

Berhubung emak gw adalah menkes julukannya doang sih dari zaman bahuelanya, dimana segala sesuatu yang terkait dengan makanan/minuman dan kebersihan sangat diperhatikan, jadilah kami yang Tuhan takdirkan untuk hidup bersamanya akan ketiban imbas dari sifat yang kalau kata alm kakek gw merupakan sifat tunggal tanpa adanya penurunan genetika dari leluhur emak gw sebelumnya.

Bawaan orok emak gw yang hidup dengan slogan "KEBERISIHAN SEBAGIAN DARI IMAN" dan "BERSIH PANGKAL SEHAT. SEHAT PANGKAL PINTAR. PINTAR PANGKAL KAYA". Walaupun kedengarannya 'mak gw kayak sangar banget, namun hasil akhirnya kelihatan kok. Ini buktinya. Si pemilik akun yang tulisanalaynya sedang kalian baca,hihihihi.

Diantara puluhan jajanan masa kecil, gw paling ingat sama es gosrok. Yang terbuat dari es batu lalu digosok-gosok ke kayu kemudian keluarlah tuyul buat ngepet bunga-bunga es lalu diberi caian gula yang berwarna.
Begini kisahnya *sambil nyander di bawah pohon tomat*. Seperti pada paragraf yang udah gw jelasin di atas, dimana adalah anugrah karena gw terlahir dari wanita dengan tingkat sensifitas yang tinggi akan makanan dan minuman, maka seluruh raga gw seakan ikut dengan aturan tidak tertulis tersebut.

Saat itu gw baru kelas 1 SD. Ketahuan banget deh gw anak mami yang kemana-mana nenteng bekal sepaket dengan air minum berbentuk keker yang saat itu hits di zamannya. Karena teman-teman gw yang lainnya banyak yang berkerumun di belakang sekolah ngantri jajan es gosrok, maka gw pun ada di salah satu antrian. Bermodal kecantikan yang gw miliki kala itu. Sekarang mah aging dimana-mana,wkwkwkwk.

Gw ga punya uang. Selain karena gw gak bakat maling *huweks* yaaa karena emang saat itu gw gak ngerti uang. Jauh bereda sama sekarang! hahaha. Ceritanya gw mau jual tempat air minum. Mau barther sama es gosrok. Ketika mamas es lagi nyerutin es bagian gw ya gw jujur ajah kalau gw ga punya uang. Sebagai gantinya gw sodorin botol air minum ke mamas yang sangat jelas menolak gw kala itu. Ich Raya kecil ditolak!

Singkat kata singkat cerita gw sukses ngemil es gosrok dengan gratis, pemirsah! Gratis!

*****

Sesorean badan gw meriang. Demam. Flu. Langsung deh 'mak gw ngadain wawancara. Minus sorotan kamera dan live kayak di acara gosip artis di tipi. Di tanya lah kronologi mulai saat gw turun dari becak, masuk ke kelas, keluar main ngapain saja dan jelaslah penyebabnya. Karena gw jajan sembarangan. Dan gw diliburkan oleh dokter 3 hari karena sakit. Oh bahagianya Raya kecil.

Dalam masa memulihkan kondisi tubuh yang tidak fit padahal lakiii gw namanya fid loh ternyata 'mak gw datengin mamas penjual es gosrok. Bukan untuk di gosok loh yaa karena mbikin anak gadisnya atiiiit, melainkan bayarin utang anaknya! ckckcck. Kedatangan 'mak gw kala itu sekaligus menjadi akhir dari mamas es gosrok berkiprah di SD 13 Raha.

Apakah 'mak gw ngusir kang mamas es gosrok dengan cara bayarin utang anak gadisnya 10 kali lipat? Plis doong ah ga usah sinetron! Ternyata banyak orang tua siswa mengadu ke kepala sekolah kalau anak mereka setelah jajan es gosrok pada radang tenggorokan dan parahnya lagi ada yang sampe muntahber. Sakit semua.

Jahadi kumpulan 'mak-'mak solehah beralibi bahwa es yang digunakan kang mamas berjualan bukan air steril sehingga anak-anak yang mengonsumsinya pada sakit. Yaaa, namanya juga anak-anak, imunitas tubuhnya belum sepenuhnya kebal. Beda kasus looh kalau orang dewasa yang masih sering sakit hati karena gagal move on dari mantan *ngomong sambil merem melek takut di bom💣*

Setelah accident es gosrok, gw sukses diboyong 'mak ke Kendari. Meninggalkan banyak kenangan di Kota Kecil Raha. Bukan karena 'mak gw takut anak gadisnya bakalan terkontaminasi es gosrok session II melainkan karena tuntutan profesi suami 'mak gw yang mengharuskan kami semua ikutan pindah.

 ****

Di Kendari, tepatnya di tempat sekolah baru, gw gak nemuin es gosrok. Apa karena gw di jeblosin dalam sekolah elite (kata masyakarat loh ya SD Kuncup Pertiwi itu elite) pada zamannya kali yaaa hingga jajanannya ga boleh sembarangan? Dan apa? Raya kecil jajan? Apa kata dunia? Anak menkes kok jajan sembarangan?

Yang namanya jodoh emang tak lari gunung dikejar. Jadi ketika mengikuti ekskul pramuka dan mengharuskan kami siswa-siswinya nongkrong cantik di Taman Ria yang sekarang sudah disulap mejadi MTQ Kendari, gw menemukan penjual es gosrok. Kapok? oh jelas tidak!

Gw hanya penasaran, kenapa es ini disebut gosrok? kenapa bukan es bunga? Karena kan hasil akhirnya emang kayak bunga-bunga es gitu kan? Jadilah gw menyampaikan aspirasi yang selama ini terpendam dalam sanubari gw.

Gw : mamas, ini kenapa namanya es gosrok?
Mamas : karena esnya di gosrok,neng.

Si mamas langsung memperagakan gayanya yang gw yakini kala itu pasti gw udah nganga terkagum-kagum oleh kepiawaiannya menggosrok es batu kala itu. Ibarat pesulap yang tiba-tiba sodorin es yang telah diserut menggunakan kayu yang ada pisaunya lalu dituangkan toping gula cair warna-warni yang semula adalah es batu. Takjub! Merasa mawas diri Raya kecil bertanya lagi.

Gw : itu esnya bersihkan? dimasak dulu?
Mamas : Jelas lah neng, kalau tidak dimasak nanti yang beli es bisa sakit perut.

Oke, mendapat keyakinan bahwa gak bakalan sakit lagi karena es gosrok, gw bayar dagh itu es tanpa mempertaruhkan kecantikan gw lagi yang kayak waktu masih di Raha,hahaha. 300 perak! Tanpa sepengetahuan 'mak pula! Subhanallah.

****

Kalau mengingat zaman kecil dengan kenangan es gosrok, gw suka senyam-senyum sendiri. Es terenak yang pernah gw emut selain es kado, es lilin, es kue dan masih banyak lagi jenis es yang berjaya di zaman gw kecil dulu. Es yang kini amat sangat gw rindukan keberadaannya. Walaupun banyak es krim yang lebih kece dan mahal harganya, tapi lidah gw tetap mencari es gosrok yang sangat memorable di benak gw.

Selain harganya murah banget, zaman dulu tepatnya pada tahun 90-an belum ada berita mengerikan pewarna makanan berasal dari bahan cat tembok misalnya. Atau dari pewarna pakaian yang jelas dapat membentuk karsinogen dalam darah kita yang mengonsumsinya. Palingan santer beredar pemanis/sarimanis saja. Tapi tetap sih, mengonsumsi sarimanis dalam jumlah yang banyak dan terjadi secara terus menerus akan berefek pada kesehatan juga.

****

Selain es gosrok, ada pula es tongtong yang fenomenal. Hingga kini pula! Anak gw malah sengaja gw cekoki es tongtong, biar ikut merasakan nikmatnya jajan di luar rumah,hahaha *ajaran sesat*. Gw gak seketat pola asuh 'mak gw dalam urusan perut buah hati. Bukan karena gw anak kesehatan lalu menyepelakan jajanan luar loh ya.

Sengaja gw ajar Ucupyo belajar ngemut es tongtong biar gak kayak 'maknya. Jajan yang gak bersih langsung sakit!wkwkwkwk. Selain itu agar anak gw gak jajan sembarangan di belakang gw.

Warga Kendari jika membaca tulisan ini dan menemukan es gosrok beroperasi, tolong kabari gw ya. Caranya gampang kok, cukup DM di instgram gw ya dengan id @rayamakyus. Balasan DM yang lo peroleh langsung dari akun gw looh😁 *sokngartisbangetich*.

Ucupyo dan Anak Menkes 😚


Akhir kata, happy blogging gaes dan selamat mengenang jajanan masa cilik anda :)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini bisa gw sebut sebagai arisan SBT alias Sultra Blogger Talk yang tiap bulannya akan terbit sesuai dengan tema bulanan. Bulan ini temanya adalah jajanan masa kecil. Tulisan ini mengawali kemunculan tulisan dari blogger Sultra lainnya yang tulisannya badaaaaaaai. Bukan hanya itu, ketiga perempuan yang tulisan mereka akan segera hadir merupakan blogger yang sudah senior dalam dunia perblog-an. Kenalan yuuuks sekaligus baca tulisan badai mereka.

Ada kak Irawati Hamid, Ses Irna dan Jeng Diah

Kendari, 20 Juli 2017

~Raya makyus~




Komentar

  1. Astaga.. Anaknya Ibu Menkes paleee.. Wkwk..

    Ibu Raya, tampaknya dirimu dulu keseringan tukar botol bekas sirup A*C atau Pisang Ambon ke tukang koke-koke.. Sehinggaa.. Dirimu nekat praktek ke mama es gosrok.. Hahaha..
    Langka mi es gosrok.. Forwrd pi DM yang ko terima ke IGku jugaakk :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. apajiiiii...
      Jami sa ce' naaah kalo soal tukar botol siroop. Saya mi jagonya! wkwkwkwkwk

      Hapus
  2. sa ndk familiar itu es gosrok, sa tau es serut, tapi sa sdh dapatmi gambarannya di khayalanku yg dimaksud itu. kayaknya saya memang kurang gahoooll, atau ndk gahol kasyan, wkwkwkk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Cerpen] Facebook On Love

Aku merasa harga diriku tercabik-cabik oleh kenyataan pahit yang kudapati hanya lewat jejaring social bernama facebook. Hm, sebenarnya aku tak perlu merasa serendah ini. Karena, aku juga tak tau bagaimana perasaanku sendiri. Yang kuyakini sekarang, hatiku sedang remuk. Oleh seorang wanita yang menjadi kontak listku di facebook. Hanya karena, aku melihat status relationshipnya.

Oke. Aku tak berhak marah padaya. Aku juga tak berhak mempertanyakan mengapa ia harus mengganti statusnya. Ataukah aku yang bodoh? Yang tidak melihat status hubungannya selama ini? Hendi, sadarlah.. kau sedang dipermainkan oleh perasaanmu sendiri!!

***Azkiya Azuza nama yang tertera dalam akun facebooknya. Aku mengenalnya hampir setahun, lewat tulisannya di rubric note. Salah satu aplikasi facebook. Maka mengalirlah pertemanan kami. Dan kukira, aku begitu dekat dengannya.

Setauku (atau aku yang bego), dia tidak memasang status apapun difacebooknya. Waktu iseng-iseng kutanya apakah ia sedang dekat dengan …

Karena BAHAGIA Datangnya dari Hati

Jika bahagia bisa dibeli, mungkin saja saya sudah tak kebagian stok bahagia. Sold out laris manis -tanjung kimpul- terjual dan dibeli oleh mereka-mereka yang bergelimangan materi. Sayangnya, kebahagiaan tidak diperjual belikan karena ia adalah hak bagi setiap manusia untuk menikmatinya, merasakannya dan meresapinya dengan cara mereka sendiri. Gratis!

:.Bahagia Versi Ibu Raya.:
Bahagia itu sederhana. Karena kata bahagia maknanya luas, maka bahagia itu sesungguhnya cerminan jiwa kita. Jika dengan melihat cowok ganteng atau cewek cantik (misalnya loh ya) kita merasa bahagia, maka berbahagialah. Jika dengan melihat uang yang banyak dalam tabungan kita merasa bahagia, maka berbahagialah. Jika mendengar sahabat kita menikah dan kita merasa bahagia, maka berbahagialah. Jika dengan sujud kepadaNya tanpa ada gangguan dan khusyuk bisa membuat bahagia, maka berbahagialah. Lihatlah, betapa bahagia tidak harus dengan dibayar dengan rupiah. Karena kebagahagiaan terpancar dari jiwa kita ya…